Medan, 3 November 2025 — Universitas Medan Area (UMA) melalui Biro Publikasi, Jurnal Ilmiah dan Informasi Digital (BPJIID) kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Teknis Pelaksanaan dan Pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DIYA UMA) Tahun Anggaran 2025–2026.
Kegiatan ini diadakan di Conference Room H. Agus Salim Siregar Lt. I Gedung Biro Rektor dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Publikasi dan Kemitraan, Ahmad Rafiki, BBA, MMgt, Ph.D, Kepala BPJIID, Dr. Hartono, S.Kom., M.Kom, serta Ketua Pusat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi Internasional (P3MPI), Ir. Habib Satria, MT, M.Kom., IPM, ASEAN Eng, yang sekaligus bertindak sebagai narasumber utama. Turut hadir pula para dosen penerima pendanaan DIYA UMA 2025, yang datang dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan UMA.
🧭 Wujud Nyata Dukungan Yayasan terhadap Riset dan Pengabdian
Program Dana Internal Yayasan (DIYA) merupakan inisiatif strategis Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) yang setiap tahun memberikan dukungan finansial bagi dosen untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini menjadi instrumen penting dalam mewujudkan visi UMA sebagai universitas unggul menuju World Class University (WCU).
Surat Persetujuan Biaya DIYA UMA Tahun 2025 dengan nomor 322/YPHAS.09/A/X/2025 yang diterbitkan pada 30 Oktober 2025 menjadi dasar pelaksanaan kegiatan sosialisasi kali ini.

“Melalui DIYA, Yayasan tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga membangun kultur riset, inovasi, dan publikasi di kalangan dosen. Ini adalah investasi intelektual jangka panjang bagi masa depan universitas,” ungkap Dr. Hartono, selaku Kepala BPJIID.
📊 Sebaran Pendanaan dan Statistik Penerima Hibah
Dalam paparan yang disampaikan oleh Ir. Habib Satria, MT, M.Kom., IPM, ASEAN Eng, dijelaskan bahwa pada tahun 2025 UMA menerima 104 usulan penelitian dan 66 usulan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dari seluruh fakultas. Setelah melalui proses evaluasi reviewer, sebanyak 32 proposal dinyatakan layak didanai dengan total pendanaan mencapai Rp 658.000.000.
Rincian pendanaan adalah sebagai berikut:
- Penelitian (Rp 344.000.000)
- Penelitian Berbasis Luaran (PBL): 9 judul – Rp 184.000.000
- Penelitian Fundamental Reguler (PFR): 6 judul – Rp 135.000.000
- Riset Kolaborasi (RK): 1 judul – Rp 25.000.000
- Pengabdian kepada Masyarakat (Rp 314.000.000)
- Program Kemitraan Masyarakat (PKM): 8 judul – Rp 134.000.000
- Program Profesor Mengabdi (PPM): 8 judul – Rp 180.000.000
Fakultas Teknik menjadi kontributor tertinggi pada kategori penelitian, diikuti oleh Fakultas ISIPOL dan Pertanian. Untuk bidang pengabdian, Fakultas Pertanian mendominasi dengan tiga judul PKM, disusul Pascasarjana yang menempati posisi tertinggi dalam skema PPM dengan empat judul.
🧩 Meningkatkan Daya Saing Global Melalui Publikasi

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Ahmad Rafiki, Ph.D, menyampaikan bahwa pendanaan ini merupakan wujud nyata dukungan UMA terhadap transformasi akademik dan riset bereputasi global.
“Melalui program DIYA UMA, kita ingin memperkuat kontribusi UMA dalam peta riset internasional. Penelitian dan pengabdian bukan hanya untuk laporan administratif, tetapi sebagai sarana membangun reputasi ilmiah melalui publikasi Scopus dan kolaborasi lintas institusi,” ujar Dr. Rafiki.
Beliau juga menekankan pentingnya komitmen dosen dalam mencapai luaran penelitian seperti publikasi di jurnal bereputasi, HKI, prototipe, dan model inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Dosen harus memandang hibah ini bukan sebagai dana bantuan, tetapi sebagai amanah akademik. Setiap hasil penelitian dan pengabdian harus berdampak nyata dan memperkuat ekosistem inovasi di UMA,” tegasnya.
💬 Kepala BPJIID: DIYA adalah Pilar Mutu dan Kolaborasi
Sementara itu, Dr. Hartono, S.Kom., M.Kom. dalam arahannya menegaskan bahwa BPJIID berperan sebagai fasilitator utama dalam pengelolaan riset, publikasi, dan digitalisasi luaran penelitian di UMA.
“Kami terus mendorong kolaborasi lintas fakultas dan lintas disiplin ilmu. DIYA bukan hanya soal pendanaan, tetapi bagaimana setiap dosen berkontribusi pada reputasi universitas melalui luaran yang konkret — baik itu publikasi internasional, buku ajar, maupun implementasi teknologi di masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa setiap dosen penerima hibah wajib mengikuti alur pelaksanaan, mulai dari revisi proposal, penandatanganan kontrak, pencairan bertahap, hingga laporan monev dan luaran akhir, sebagaimana diatur oleh P3MPI.
🔄 Proses Pencairan dan Monitoring Berbasis Akuntabilitas
Kegiatan ini juga menguraikan alur pencairan dana dan mekanisme monitoring serta evaluasi (Monev). Tahapan pencairan dilakukan dalam tiga tahap, dimulai dengan 30% dana awal setelah kontrak, kemudian tahap II setelah laporan kemajuan, dan tahap III sebesar 40% setelah laporan akhir diverifikasi.
Setiap tim penerima hibah diwajibkan mengunggah catatan harian kegiatan, laporan kemajuan, SPTJB, dan luaran penelitian melalui sistem LIPAN. Reviewer kemudian akan melakukan supervisi dan evaluasi lapangan sebelum proses pencairan akhir.
Bagi dosen yang tidak memenuhi target luaran, P3MPI menetapkan mekanisme pengembalian dana dan sanksi administratif berupa pembatasan pengajuan hibah selama satu tahun berikutnya.
🌱 Langkah Strategis Menuju QS dan THE Ranking
Program DIYA UMA juga menjadi bagian integral dari Rencana Induk Pengembangan UMA 2022–2033 dan Rencana Strategis Penelitian, Pengabdian dan Publikasi Internasional 2024–2028. Melalui skema ini, UMA berupaya meningkatkan skor SINTA, memperkuat sitasi internasional, serta memperluas jejaring kolaborasi riset.
“Capaian ini diharapkan memperkuat posisi UMA dalam pemeringkatan QS-Asia University Rank (QS-AUR) dan QS-World University Rank (QS-WUR),” terang Ir. Habib Satria dalam paparannya.
📸 Suasana Kegiatan dan Antusiasme Peserta

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif, diwarnai sesi tanya jawab antara dosen penerima hibah dengan tim BPJIID dan P3MPI. Para peserta terlihat antusias menanyakan detail mengenai pengisian laporan, target luaran, dan mekanisme penilaian reviewer.

Dalam dokumentasi kegiatan, tampak para pimpinan universitas, narasumber, dan penerima hibah berfoto bersama di akhir acara dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan diakhiri dengan ucapan selamat dari pimpinan universitas kepada seluruh penerima hibah, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengembangkan riset dan pengabdian di Universitas Medan Area.
🏁 Penutup
Sosialisasi DIYA UMA 2025–2026 bukan sekadar agenda administratif, tetapi gerakan akademik bersama untuk memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan universitas. Melalui dukungan dari YPHAS dan komitmen seluruh dosen, UMA terus meneguhkan langkah menuju universitas berkelas dunia yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

