Medan, 4 September 2025 – Dosen Universitas Medan Area (UMA) penerima hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) tahun 2025 menghadiri kegiatan Bimbingan Pelaporan dan Monitoring Evaluasi (Monev) Program Penelitian dan PKM DPPM Tahun 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I dan berlangsung di Aula Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah, depan Stadion Teladan Medan.
Pentingnya Akuntabilitas Penelitian

Kegiatan ini bertujuan membekali para dosen penerima hibah dengan pemahaman teknis mengenai pelaporan, sekaligus melakukan evaluasi atas program yang sedang berjalan. Dalam arahannya, perwakilan LLDikti Wilayah I menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memperkuat akuntabilitas penelitian.
“Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian penting dari siklus penelitian. Kami ingin memastikan bahwa dana hibah benar-benar digunakan sesuai peruntukan dan menghasilkan luaran yang bermanfaat. Bimbingan ini juga menjadi sarana pembinaan agar para dosen bisa menyusun laporan secara lebih sistematis dan tepat waktu,” ujar perwakilan LLDikti.
Dosen UMA Direview Penilai UNPAB
Dalam sesi review, dosen UMA mendapat kesempatan untuk mempresentasikan capaian penelitian mereka sekaligus menerima masukan dari para penilai yang ditunjuk. Salah satunya adalah Prof. Dr. Cut Nuraini, S.T., M.T. dari Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB).

Beliau menekankan pentingnya integritas dalam pelaporan. “Laporan penelitian bukan hanya dokumen administratif, tetapi juga cermin integritas akademik. Data yang disajikan harus akurat, luaran harus jelas, dan manfaat penelitian harus dapat dirasakan masyarakat. Saya berharap dosen-dosen UMA bisa terus menjaga kualitas penelitian dengan standar yang baik,” ungkap Prof. Cut Nuraini.
Suasana Kegiatan
Suasana kegiatan berlangsung serius namun interaktif. Para dosen tampak aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan meminta klarifikasi atas panduan pelaporan yang ditetapkan. Beberapa dosen UMA menyampaikan progres capaian penelitian mereka, sementara yang lain menekankan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Peserta juga diwajibkan membawa dokumen pendukung seperti laporan kemajuan sementara, catatan harian penelitian, laporan penggunaan anggaran, dokumen capaian luaran, hingga berita acara serah terima (BAST). Seluruh dokumen tersebut diperiksa untuk memastikan kesesuaian dengan target yang sudah ditetapkan dalam proposal.
Komitmen UMA
Kehadiran dosen UMA dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan universitas dalam mendukung peningkatan mutu penelitian dan pengabdian. UMA memandang kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperbaiki tata kelola penelitian sekaligus memperkuat budaya akademik yang berorientasi pada kualitas.

Seorang dosen peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu. “Bimbingan ini membuat kami lebih memahami standar yang diharapkan LLDikti. Banyak hal teknis yang awalnya kami anggap sepele ternyata krusial, seperti pencatatan harian dan dokumen luaran. Dengan arahan dari penilai, kami jadi lebih siap menyusun laporan akhir,” ungkap salah satu dosen penerima hibah.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, LLDikti berharap agar penelitian dan pengabdian yang dilaksanakan dosen-dosen UMA maupun perguruan tinggi lainnya dapat semakin terarah dan berdampak nyata.
“Kami ingin setiap hibah yang diberikan tidak hanya berhenti pada laporan, tetapi benar-benar menghasilkan inovasi dan solusi yang dirasakan masyarakat. Itulah esensi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tegas perwakilan LLDikti Wilayah I.
Dengan adanya review langsung dari penilai independen seperti Prof. Dr. Cut Nuraini, S.T., M.T., diharapkan kualitas penelitian dosen UMA terus meningkat. Tidak hanya memenuhi tuntutan administratif, tetapi juga menghadirkan kontribusi ilmiah yang berdampak luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

