Medan – Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti Gelanggang Mahasiswa Kampus I Universitas Medan Area (UMA), saat 1.090 lulusan dari jenjang doktor, magister, hingga sarjana resmi dikukuhkan dalam Wisuda Periode I Tahun 2025.
Mengusung tema “From Excellence to Global Impact: UMA Graduates Commit to Sustainable Change”, wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik. Ini adalah momen penting yang menandai langkah baru para lulusan untuk menjadi agen perubahan — bagi diri sendiri, masyarakat, dan dunia.
Prosesi ini dipimpin langsung oleh Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., serta dihadiri para tokoh inspiratif, di antaranya Kepala LLDikti Wilayah I Prof. Saiful Anwar Matondang, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, dan Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) M. Erwin Siregar.

👩🎓 Cerita Angka, Cerita Harapan
Di antara para wisudawan, terdapat:
-
960 lulusan sarjana
-
127 magister
-
1 doktor Ilmu Pertanian, dan
-
1 mahasiswa internasional asal Tiongkok dari Magister Manajemen
Capaian akademik mereka pun membanggakan: IPK rata-rata 3,44 untuk sarjana, 3,73 untuk magister, dan 3,66 untuk doktor. Bahkan, 17% lulusan sarjana menyelesaikan studi hanya dalam 3,5 tahun — bukti semangat dan kerja keras yang luar biasa.
Wisudawan terbaik pun bersinar dalam sorotan:
-
Tarsius Tulus Hati Buulolo, S.Kom.
-
Faisal Rahman, S.ST., M.A.P.
-
Dr. Darmansyah Siregar, M.Si.
🗣️ Rektor: Wisuda adalah Titik Awal
Dalam sambutannya, Prof. Dadan menyampaikan pesan mendalam: “Wisuda bukanlah akhir. Ini adalah titik awal transformasi intelektual, awal dari kontribusi nyata untuk dunia yang terus berubah.”
Beliau mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi tantangan global — dari kecerdasan buatan hingga krisis iklim. “UMA telah menetapkan visinya sebagai Green Digital University 2029, dengan semangat Jujur, Akurat, Integritas, dan Berkelanjutan,” tambahnya.
🌏 Internasionalisasi dan Jejak Kuat di Dunia Akademik
Hingga saat ini, UMA telah melahirkan 36.081 alumni. Bukan hanya jumlah, tapi juga kualitas. UMA tercatat sebagai PTS penerima hibah penelitian terbanyak kedua di Sumut, dan masuk dalam jajaran PTS terbaik versi Times Higher Education (THE) Impact Rankings.
Sebagai bagian dari langkah global, UMA juga telah menerapkan ijazah dan transkrip dwibahasa.
🤝 Apresiasi dan Harapan dari Para Tokoh

Prof. Saiful Anwar Matondang menyampaikan apresiasi tinggi atas kemajuan UMA. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus hadir untuk menjawab persoalan nyata masyarakat.
Sementara itu, Ketua YPHAS, M. Erwin Siregar, mengajak para lulusan untuk terus membawa ilmu ke tengah masyarakat, menjadi pencipta solusi, dan membangun peradaban yang lebih baik.
Yang tak kalah menyentuh, Muhammad Fadly Abdina, Wakil Wali Kota Tanjungbalai sekaligus alumnus UMA, menyampaikan kebanggaannya:
“UMA bukan hanya tempat saya belajar, tapi tempat saya dibentuk. Saya yakin, lulusan UMA akan terus memberi makna di manapun mereka berada.”
✨ Langkah Baru, Harapan Baru
Wisuda ini bukan hanya soal kelulusan, tetapi tentang misi yang lebih besar: menjadikan ilmu sebagai cahaya, karakter sebagai fondasi, dan integritas sebagai kompas.
Para lulusan UMA kini membawa harapan — tak hanya untuk keluarga dan almamater, tetapi untuk dunia yang menanti perubahan berkelanjutan.


